Sentinel Suku Primitif Terasing, Ganas dan Kejam
![]() |
salah satu suku Sentinel yang sedang berusaha menyerang pendatang (photo:Mirror / The AustralianSunetra Chakravartie) |
Suku ini masih sangat primitive karena tidak mengikuti
perkembangan zaman dan tidak ramah terhadap pendatang. Dikabarkan mereka bahkan
pernah membunuh dua pira yang sedang memancing di Pulau Sentinel Utara pada
tahun 2006.
Di kepulauan Andaman terdapat 5 etnis, satu di antaranya adalah
suku Sentinel yang masih jadi misteri karena terisolir dan menolak kedatangan
orang asing ke pulau mereka. Menurut dokumen Arab dan Persia berabad lampau dikatakan
bahwa pulau-pulau Andaman dihuni oleh suku-suku yang cukup ganas dan tidak
ramah. Sehingga saat itu penjelajah India dan Eropa menjauhi pulau-pulau ini
untuk menghindari keganasan suku Sentinel.
![]() |
kepulauan andaman |
Marco Polo yang juga merupkan pelaut yang berkeliling
mengatakan bahwa suku Sentinel merupakan Masarakat yang paling keras dan kejam
yang tampaknya memakan semua orang yang mereka tangkap.
Ketika ada pendatang yang hendak mengunjungi pulau ini
dengan menggunakan pesawat terbang atau helikopter. Mereka akan dilempari batu
dan ditembakkan anak panah.
Negosiasi dan pendekatan untuk berdamai dengan suku Sentinel
dilakukan pemerintah India sejak tahun 1967 dibawah naungan penelitian
antropologi. Hal ini dilakukan agar suku Sentinel menghilangkan adat permusuhan
mereka kepada orang luar. Namun semuanya percuma saja karena semua upaya ini
disambut dengan hujan anak panah dan batu. Sehingga pemerintah India membuat
suatu undang-undang yang akan menghukum siapapun yang berusaha mendekati suku
Sentinel.
![]() |
Kapal nelayan yang direbut suku Sentinel (photo:telegraph 2006) |
Sumber referensi:
http://internasional.metrotvnews.com/read/2015/04/23/390398/ngeri-suku-asli-di-pulau-ini-bunuh-semua-pendatang
diakses tanggal 30 April 2015
http://www.apakabardunia.com/2014/03/sentinel-suku-terasing-nan-ganas-hingga.html
diakses tanggal 30 April 2015
Post a Comment for "Sentinel Suku Primitif Terasing, Ganas dan Kejam"